Kebijakan Hukum Pidana atas Hoax dan Disinformasi Berbasis Proxy Asing di Indonesia
Keywords:
Disinformasi;, Hoax, Hukum Pidana, Proxy AsingAbstract
Era digital telah mengubah paradigma komunikasi dan penyebaran informasi secara fundamental. Kemudahan akses internet dan media sosial membawa dampak negatif berupa maraknya penyebaran hoax dan disinformasi. Hoax dan disinformasi bukan sekadar permasalahan teknis komunikasi, melainkan telah berkembang menjadi ancaman serius terhadap keamanan nasional. Kompleksitas permasalahan semakin meningkat dengan adanya penggunaan jaringan proxy asing. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), serta pendekatan perbandingan (comparative approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan hukum pidana Indonesia terhadap penyebaran hoax dan disinformasi melalui jaringan proxy asing masih belum memadai. Kemudian, terdapat kendala yuridis dalam proses penegakan hukum berupa keterbatasan yurisdiksi ekstrateritorial dan ketidakjelasan unsur delik, kendala teknis terkait kapasitas digital forensik dan kompleksitas enkripsi, kendala kelembagaan akibat fragmentasi kewenangan, serta hambatan kerja sama internasional.
References
Abbas, N. A. (2026). KUHAP Baru: Adaptasi Pembuktian di Era Digital. MARI News.
Alaini. (2026). Analisis Yuridis Tindak Pidana Penyebaran Hoaks Dalam Perspenktif Hukum Pidana Indonesia Pasca Pembaharuan KUHP. IJBL: Indonesia of Journal Business Law, 5(1), 19–40. https://doi.org/10.47709/ijbl.v5i1.7535
Arianto, D., Rindiani, A., & Yuliana, S. (2026). Analisis Penegakan Hukum Pidana dalam Menangani Ujaran Kebencian Berbasis Sara di Platform Media Sosial. Legal Standing, Jurnal Ilmu Hukum, 10(1), 1–17. https://doi.org/10.24269/ls.v9i5.12589
Arief, B. N. (2016). Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana Perkembangan Penyususnan Konsep KUHP Baru. Prenadamedia.
Auli, R. C. (2024). Pasal 390 KUHP tentang Berita Bohong. HukumOnline.Com.
Aziz, Z. A. (2025). Peran Literasi Media dalam Menangkal Penyebaran Hoaks di Era Digital. Iqtida : Journal of Da’wah and Communication, 5(2), 248–264. https://doi.org/10.28918/iqtida.v5i02.11593
Brennen, J. S., Simon, F., Howard, P. N., & Nielsen, R. K. (2020). Types, Sources, and Claims of COVID-19 Misinformation. In Reuters Institute for the Study of Journalism, Oxford University. https://doi.org/https://dx.doi.org/10.60625/risj-awvq-sr55
BSSN. (2020). Laporan Tahunan BSSN.
Candra, M., & Dinata, M. R. K. (2025). Penegakan Hukum terhadap Tindak Pidana Penyebaran Berita Hoaks melalui Media Sosial. Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora (AJSH), 5(2), 1577–1586. http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajshhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh
Edmon, M. (2013). Tanggung Jawab Hukum Penyelenggara Sistem Elektronik. RajaGrafindo Persada.
Firganefi, & Diska Nabila, A. (2024). Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong (Hoax) Mengenai Politik Melalui Media Sosial. Lex Lata: Jurnal Ilmiah Ilmu Hukum, 6(1), 85–95. https://doi.org/10.28946/lexl.v6i1.2624
Indarta, Y. (2025). Cyber Law: Dimensi Hukum dalam Era Digital. Pustaka Galeri Mandiri.
Irwansyah. (2021). Penelitian Hukum Pilihan Metode & Praktik Penulisan Artikel (A. Yunus (ed.); Revisi). Mirra Buana Media.
MASTEL. (2021). Survei Literasi Digital Indonesia 2021. Masyarakat Telematika Indonesia.
Nations, U. (1948). Universal Declaration of Human Rights. 217A.
Nations, U. (1966). International Covenant on Civil and Political Rights. 999.
Nurdin, S. W., & Nugraha, I. F. (2025). Ancaman Deepfake Dan Disinformasi Berbasis Ai: Implikasi Terhadap Keamanan Siber Dan Stabilitas Nasional Indonesia. JIMR: Journal Of International Multidisciplinary Research, 4(1), 73–92. http://azramedia-indonesia.azramediaindonesia.com/index.php/JIMR/indexDOI:https://doi.org/10.62668/jimr.v4i01.1551
Oktabiantoro, D., & Wulan, E. R. (2024). Ketidakjelasan Makna “Mentransmisikan” Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Revisi Kedua. Iblam Law Review, 4(1), 461–467. https://doi.org/https://doi.org/10.52249/ilr.v4i1.307
Persily, N. (2017). The 2016 U.S. Election: Can Democracy Survive the Internet? Journal of Democracy, 28(2), 63–76. https://doi.org/https://doi.org/10.1353/jod.2017.0025
Purnomo, H., & M, A. Y. (2021). Inkonsistensi Penegakan Hukum Tindak Pidana Hoaks Di Indonesia Pasca Reformasi. Jurnal Ius Constituendum, 6(2), 235–251. https://doi.org/https://doi.org/10.26623/jic.v6i1.3176
Putra, A. V., & Wisnubroto, A. (2013). Eksistensi Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 dalam Perkara Pencemaran Nama Baik. Journal Universitas Atma Jaya Yogyakarta, 3, 1–17. https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/4921/1/AtvenVemanda NPM 090510007.JURNAL.pdf
Rahmad, N., & Anggita, S. O. (2025). Korelasi Antara Dukungan Infrastruktur dan Optimalisasi Hukum Di Indonesia. Jurnal SUTASOMA: Science Teknologi Sosial Humaniora, 4(1), 13–18. https://doi.org/https://doi.org/10.58878/sutasoma.v4i1.408
Rizkia, S. N., Ramadhan, M. R., Akmal, S. A., & Hosnah, A. U. (2025). Penerapan Asas Proposionalitas Oleh Mahkamah Konstitusi Dalam Pengujian Undang-Undang. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 3(4), 3315–3319. https://mail.shariajournal.com/index.php/IJIJEL/article/view/1481
Shao, C., Ciampaglia, G. L., Varol, O., Yang, K.-C., Flammini, A., & Menczer, F. (2018). The Spread of Low-Credibility Content by Social Bots. Nature Communications, 9(1), 1–9. https://www.nature.com/articles/s41467-018-06930-7
Sukmareni, S., Fernando, Z. J., Yunus, A., Flora, H. S., Amelia, H., Satrul, H. S., & Ukas. (2026). Kriminologi 5.0: Memahami Kejahatan di Era Siber. CV. Edu Akademi.
Suriadi Hari. (2025). Krisis Kepercayaan Masyarakat terhadap Lembaga Publik di Era Disinformasi Digital. Journal of Social, Educational and Religious Studies, 1(1), 38–52. https://jurnal.suriaacademicpress.com/index.php/JSERS/article/view/10
Vosoughi, S. (2018). The Spread of True and False News Online. Science, 359(6380), 1146–1151. https://doi.org/https://doi.org/10.1126/science.aap9559
Wadjo, H. Z., Hasibuan, M. N. P., Sueni, A. S., Z, Y. F., Naidah, S., Kamaluddin, M., Amrullah, R., Hattu, J., Ramadhan, R. A. K., Apriyani, R., Hehanussa, D. J. A., Darlisma, D., & Muhariza, I. Y. (2025). Delik-Delik dalam KUHP: klasifikasi, Unsur dan Analisis Yuridis. CV. Gita Lentera.
Wardle, C., & Derakhshan, H. (2017). Information Disorder: Toward an Interdisciplinary Framework for Research and Policy Making. Council of Europe Report. https://www.firstdraftnews.org/wp-content/uploads/2017/11/PREMS-162317-GBR-2018-Report-désinformation-1.pdf
Wicaksana, P. (2022). Pakar Hukum Siber UNAIR: Indonesia Harus Meratifikasi Budapest Convention. UNAIR NEWS. https://unair.ac.id/pakar-hukum-siber-unair-indonesia-harus-meratifikasi-budapest-convention/
Wildanah, H., & Rivai, A. (2025). Harmonisasi Lex Specialis UU ITE dan KUHP dalam Penegakan Cybercrime serta Validitas Transaksi Elektronik di Indonesia general provisions in the Criminal Code and specific provisions in the Electronic Information and Transaction Law ( EIT Law ), in additi. Sawerigading Law Journal, 4(2), 106–127. https://doi.org/https://doi.org/10.62084/slj.v4i2.454
Yuwono, T., Kusniati, R., & Ardianto, B. (2021). Bantuan Hukum Timbal Balik dalam Penanganan Kejahatan Transnasional : Studi. Uti Possidetis: Journal of International Law, 2(3), 268–287. https://doi.org/https://doi.org/10.22437/up.v2i3.13042
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Okki Prasetyo Raharjo, Kuswandi, I Ketut Adi Purnama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




